Life, review

A Burgreens Experience

Halo, sudah lama tidak bertemu. Sekalinya memegang keyboard lagi, rasanya rindu menulis dalam Bahasa Indonesia. Jadi, mulai sekarang saya pakai Bahasa Indonesia saja, ya. 😀

Dua bulan terakhir ini saya menjalani hidup seperti orang benar. Makan teratur, olahraga rutin, tertawa banyak-banyak. Semua berkat kembalinya saya ke kantor, tentu saja. Kehidupan kantor yang rutin tujuh sampai lima membuat saya menjalani hidup dengan teratur juga. Yay! Ada untungnya juga jatuh di rutinitas yang membosankan.

Selama dua bulan terakhir ini pula, saya memerhatikan ada yang berbeda dengan tubuh saya. Saya menggendut–dan susah kurus lagi. Hahaha. Umur baru 23 dan saya sudah merasa metabolisme tubuh menurun drastis dibanding dulu saat belum 20 tahun. Karena pola hidup sudah baik-baik saja, terlebih saya bahkan sudah berolahraga rutin, hal pertama yang muncul di kepala saat memikirkan sebab gendut yang tak sudah-sudah ini adalah: makanan.

Tanpa berpikir dua kali, saya membuka situs restoran makanan sehat kesukaan saya, Burgreens, dan memesan kateringnya. Mereka punya banyak pilihan paket katering, kita pun dapat mengatur sendiri kateringnya sesuai kebutuhan kita (misalnya saja, alergi terhadap sesuatu). Berhubung saya tidak punya alergi ataupun sakit tertentu, hanya ingin makan dengan benar, saya memilih paket katering yang paling sederhana (baca: murah), Alkalizing and Balancing. Selama lima hari saya akan dikirimi makan siang dan kudapan ataupun sari buah, yang menurut definisinya cocok untuk mereka yang ingin memulai clean eating. Ini sempurna. Saya bahkan tidak bertanya pada admin Burgreens apa saja menu yang akan saya dapat. Yah, Sagitarius suka kejutan. 😉

Hari pertama saya disuguhi tempe yang dibalur berupa-rupa herba, yang entah apa saja, tapi baluran herba bercita rasa kuat ini sukses membuat lidah saya kegirangan. Kata siapa makanan sehat rasanya tak enak?

burgreens4

Hari-hari berikutnya, parade sayuran, kacang-kacangan, jamur, dan herba yang melimpah memenuhi lambung saya dalam bentuk yang membangkitkan selera. Belum lagi racikan saus yang mereka gunakan untuk salad sayur dan buah. Nyam! Kudapan dan minuman yang disertakan juga di luar bayangan saya. Dua kali saya diberi minuman, yang pertama campuran sayuran hijau entah apa, dan yang kedua campuran kunyit dan sesuatu yang segar seperti jeruk. Terdengar aneh, ya, padahal saat melewati lidah rasanya sebotol saja kurang.

Benar lho, pola makan berpengaruh terhadap tubuh. Sekarang saya sudah tidak terbawa kemelikan lagi. Biasanya sedikit-sedikit lapar, sedikit-sedikit ingin yang manis-manis. Sekarang, tidak makan malam pun tak apa. Keajaiban apa ini?

 

Menuju langsing 2016,

Aulia

 

 

 

Standard